Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Permata di Balik Lembah

Di suatu masa, di sebuah kerajaan kecil bernama Negeri Maliana, hiduplah seorang pemuda bernama Karim. Ia hanyalah seorang anak petani miskin yang selalu bermimpi menjadi orang berguna bagi negerinya. Namun, impiannya sering kali ditertawakan oleh penduduk desa karena statusnya yang sederhana. Suatu hari, desas-desus tentang permata ajaib terdengar di penjuru negeri. Permata itu, kata orang, terletak di dalam lembah yang penuh bahaya. Konon, barang siapa menemukan permata itu akan diberkahi kecerdasan dan kekayaan yang tiada tara. Karim, yang selalu berpegang pada keyakinan bahwa tekad bisa mengalahkan nasib, memutuskan untuk mencari permata itu. Ia hanya membawa sepotong roti dan air seadanya. Orang-orang desa menertawakannya, “Anak petani seperti kamu mana mungkin berhasil?” Namun, Karim tak peduli. Setelah berhari-hari berjalan, Karim tiba di lembah yang ditutupi kabut tebal. Ia disambut oleh suara menggelegar seekor naga besar. “Hai, manusia! Banyak yang datang mencariku...

Kamu angsa, dia kodok

Gambar
Pada suatu masa, di sebuah danau yang indah, hiduplah seekor angsa yang anggun bernama Alia. Bulu-bulunya putih bersih seperti salju, dan ia terkenal karena suaranya yang merdu. Di sisi lain danau, ada seekor kodok bernama Bono. Tubuhnya kecil, kulitnya hijau penuh bercak, dan suaranya serak. Setiap hari, Bono memandang Alia dengan kekaguman. “Betapa sempurnanya ia,” pikir Bono. Namun, ia sadar bahwa ia hanyalah seekor kodok biasa. Meski begitu, ia tetap memberanikan diri untuk menyapa Alia. “Alia, maukah kau berbicara denganku?” kata Bono suatu hari. Alia menoleh, lalu tersenyum sopan. “Tentu, Bono. Apa yang ingin kau bicarakan?” Bono merasa gugup, tetapi ia berkata, “Aku sering melihatmu di danau ini. Kau begitu anggun, sementara aku hanya kodok yang melompat-lompat di lumpur.” Alia tertawa kecil, bukan karena mengejek, tetapi karena ia mengerti maksud hati Bono. “Bono, apakah kau tahu bahwa setiap makhluk memiliki keindahannya sendiri?” “Tapi aku tidak seperti dirimu,” Bono menun...